Es Krim Goreng

21 12 2009

es krim goreng

Bandung – Menu es krim goreng sebenarnya buka menu yang asing lagi. Tapi karena belum pernah mencicipi maka ketika melewati sebuah cafe di Jalan Ir Juanda (Jalan Dago) yang menulis dengan jelas di salah satu spanduk penutup cafe, mereka menyediakan es krim goreng langsung saja saya tergoda untuk menyambangi.

Berada beberapa puluh meter dari Simpang Dago, tepatnya Jalan Ir. Juanda 420. Namanya yang tak biasa yaitu Cafe Tomat mungkin akan membuat orang yang melewatinya menyempatkan untuk melirik.

Melihat lokasi Cafe Tomat yang berada dalam satu kawasan dengan hotel dengan nama Puri Tomat ini sempat terlintas harga makanan di cafe ini mahal. Tapi ternyata tidak juga. Saat membuka daftar menu, rata-rata harga setiap menunya relatif terjangkau.

Seperti dikatakan pemilik Cafe Tomat, Lily, nama cafe ini memang mengambil filosofi tomat. Di mana tomat mudah didapat, enak dan murah.

Mungkin bukan yang termurah. Tapi jika melihat dalam daftar menu harganya cukup aman di kantong. Ragam menu steak di kisaran Rp 20 ribuan. Nasi goreng dari Rp 10 ribu-Rp 16 ribu. Menu soto, sup juga menu es krim. Es krim goreng misalnya harganya Rp 12 ribu. Bisa dipilih rasa vanilla, coklat atau strawberry.

Suasana cafe terasa sejuk. Beberapa buah kursi terpasang di atas lantai cafe yang sengaja di desain seperti lantai semen. Satu buah sofa hijau dipasang menghadap ke arah pintu. Sedangkan meja-meja lainnya terpasang di pinggir-pinggir dan bagian tengah cafe.

Beratap rendah dengan sedikit sentuhan kayu memberi kesan cafe sederhana tanpa meninggalkan suasana kenyamanan yang natural. Suasan open air menjadi nilai tambah lainnya meski tidak banyak pemandangan yang bisa dilihat dari tempat ini kecuali deru jalanan Dago. Alunan musik ringan sedikit menenangkan telinga dari suara kendaraan yang lalu lalang.

Menunggu es krim goreng datang setelah memesan ternyata cukup lama juga. Entah mungkin proses pembuatannya yang agak ribet karena tak terbayangkan bagaimana caranya es krim digoreng.

Tidak terbayangkan memang sebelumnya, es krim terbungkus roti goreng berbalut tepung panir. Dihiasi selai strawberry dan mayonaise diakhiri dengan taburan kacang tanah sangrai. Lelehan es krim terlihat sedikit mengintip dari balik roti.

Menurut salah seorang pelayan, es krim sebelumnya dibekukan terlebih dahulu selama satu hari sehingga bisa dicetak. Ketika akan disajikan roti dicelupkan ke dalam telur lalu digulingkan ke dalam tepung panir. Es krim beku kemudian dibungkus dengan adonan tersebut lalu digoreng.

Hasilnya, es krim tidak meleleh hanya dari beku menjadi lebih lembut. Kerenyahan kulit pembungkus yang krenyes krenyes ternyata enak juga dipadukan dengan segarnya es krim vanilla. Makin lama es krim memang meleleh kian cepat. Tapi tak harus pula menikmati makanan ini dengan cepat agar tak kehilangan sensasi menu es krim goreng. Ingin juga mencoba?

Ricky Azmi


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: